Tekan ESC untuk menutup

081992808880 info@santani.id
Edukasi

Cara Membasmi Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit

Oleh: Administrator
01 April 2026
5 Menit Baca
Tikus merupakan hama utama perkebunan kelapa sawit yang dapat menurunkan hasil dan kualitas TBS (tandan buah segar) secara signifikan. Spesies tikus yang sering menyerang adalah tikus belukar (Rattus...


Tikus merupakan hama utama perkebunan kelapa sawit yang dapat menurunkan hasil dan kualitas TBS (tandan buah segar) secara signifikan. Spesies tikus yang sering menyerang adalah tikus belukar (Rattus tiomanicus), tikus sawah (R. argentiventer), tikus rumah (R. rattus diardii), dan tikus ladang (R. exulans). 

Pada kelapa sawit, seekor tikus belukar dapat menghabiskan sekitar 6 sampai 14 gram daging buah per hari dan membawa brondolan (buah lepas matang) ke dalam tumpukan pelepah sebanyak 30 sampai 40 kali lipat dari konsumsinya.  Jika populasi tikus dalam 1 hektar berkisar antara 183–537 ekor dan berfluktuasi sangat lambat, maka dapat ditaksir menyebabkan kehilangan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) minimal antara 828–962 kg/ha/tahun, tidak termasuk brondolan.


Pola Serangan dan Musim Serangan

Serangan tikus sawit terjadi sepanjang tahun tanpa musim tunggal yang konsisten, karena iklim tropis dan ketersediaan buah sawit bersifat terus-menerus. Populasi tikus sawit cenderung fluktuasi lambat. Namun data lapangan menunjukkan serangan lebih intensif di tanaman muda. 

Hal ini karena pohon muda memiliki batang dan pelepah mudah digerogoti, sedangkan palem tua lebih tinggi dan lebih banyak daun yang membatasi akses tikus.

Kondisi sanitasi dan keberadaan lahan sekitar (seperti tanaman budidaya lain atau semak liar) juga memengaruhi populasi tikus. Misalnya, kebun sawit yang gersang dan banyak gulma menunjukkan intensitas serangan lebih tinggi dibanding kebun yang terjaga bersih.



Pengendalian Hama Tikus Sawit


  1. Jaga Kebun Tetap Bersih (Kultur Teknis)
    Pengendalian tikus dimulai dari menjaga kebun tetap bersih. Bersihkan pelepah tua, buah busuk, gulma, dan sisa-sisa organik yang bisa jadi tempat persembunyian tikus. Hindari menumpuk material di sekitar pohon, dan lakukan pemangkasan daun bawah agar kondisi kebun lebih terbuka dan mudah dipantau. Kebun yang bersih akan membuat tikus lebih sulit berkembang.

  2. Gunakan Perangkap (Mekanis)

    Perangkap tikus bisa digunakan untuk menekan populasi sejak awal. Pasang jebakan di jalur tikus, lubang, atau area yang terlihat ada serangan. Untuk skala kebun, bisa digunakan puluhan perangkap dalam beberapa hektar sebagai langkah awal monitoring. Selain itu, gropyokan atau perburuan bersama juga bisa dilakukan untuk menurunkan populasi secara cepat.

  3. Manfaatkan Musuh Alami (Hayati)
    Penggunaan musuh alami seperti burung hantu sangat efektif dan ramah lingkungan. Burung hantu jenis Tyto alba dikenal sebagai predator tikus yang aktif di malam hari dan mampu memangsa beberapa ekor tikus setiap malam. Untuk mendukung keberadaannya, petani bisa memasang rumah burung (gupon) di kebun. Cara ini bisa jadi solusi jangka panjang yang lebih hemat.

  4. Gunakan Racun Tikus 

    Jika populasi tikus sudah tinggi dan sulit dikendalikan dengan cara lain, penggunaan rodentisida bisa menjadi solusi yang efektif. Salah satu yang bisa digunakan adalah RACTIKUS 0,005B, yaitu rodentisida antikoagulan berbentuk umpan blok siap pakai yang praktis diaplikasikan di kebun sawit. Produk ini dirancang untuk mengendalikan hama tikus semak, dengan cara kerja yang efektif setelah umpan dikonsumsi. Aplikasikan umpan di titik-titik strategis seperti jalur tikus atau area serangan, dan tetap perhatikan dosis serta keamanan agar tidak berdampak pada lingkungan atau hewan lain.


  5. Rutin Pantau Kebun
    Pemantauan rutin sangat penting agar serangan tikus bisa diketahui sejak dini. Lakukan pengecekan minimal satu bulan sekali, baik dari tanda serangan maupun hasil perangkap. Jika mulai terlihat peningkatan serangan, segera lakukan tindakan pengendalian. Dengan pemantauan yang rutin, petani bisa mencegah kerusakan yang lebih besar.


Sumber: Kementerian Pertanian RI, serta berbagai jurnal ilmiah terkait perlindungan tanaman.



PT Santani – Sahabat Setia Petani.

Tags: #edukasi #hama tikus #sawit #santani #tanaman sawit #pohon sawit

Sukai artikel ini? Bagikan ke teman anda:

Mari Tumbuh Bersama Menuju Swasembada

Dapatkan tips pertanian mingguan dan info produk terbaru dari tim ahli kami untuk hasil panen yang lebih maksimal.